Ibrah

Saat Segala Amal Diperhitungkan

 

Inti iman terhadap hari akhir adalah seorang hamba menyadari bahwa segala amalnya akan dimintai pertanggungjawaban. Bahkan orang yang cerdas adalah orang yang bisa menundukan hawa nafsunya hingga ia beramal untuk kehidupan setelah mati, yaitu orang yang banyak menghisab dirinya di dunia sebelum ia di hisab besok di yaumil akhir.

Hisab merupakan hari dimana Alloh menghadapkan kepada hamba-hambanya dan mengungkapkan kepada mereka perbuatan yang telah mereka lakukan dan perkataan yang telah mereka ucapkan. Hari dimana Alloh beberkan keimanan dan kekufuran, kelurusan dan penyimpangan, serta ketaatan dan kemaksiyatan yang telah mereka kerjakan.

Dan sungguh, hari penghisaban adalah hari yang begitu dahsyat, saat seluruh makhluk dikumpulkan, malaikat-malaikat berbaris bershaf-shaf, seluruh jin dibersamakan dengan seluruh manusia, hingga semuanya, satu persatu dihadapkan dihadapan Rabb Al Alamin.

“Sesungguhnya tidak seorang pun dari kalian, kecuali Allah akan mengajaknya berbicara tanpa ada satu penghalang pun yang menghalangi antara ia dan Allah. Kemudian ia melihat ke samping kanannya, dan ia pun tidak melihat kecuali amalnya, kemudian ia melihat ke sebelah kirinya, maka ia pun tidak melihat kecuali amalnya. Kemudian ia melihat ke arah depannya, ia pun tidak melihat yang lain kecuali neraka yang terpampang di depan wajahnya” (HR Bukhari).

Hari yang menegangkan, hari yang begitu dahsyat. Saat dikumpulkan seluruh makhluk tidak ada yang sanggup bertutur kata kecuali yang diijinkan olah Ar Raman. Alloh Ta’ala berfirman:

Pada hari, ketika ruh dan Para Malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.” (QS. An Naba:38).

Betapa dahsatnya hari itu, saat organ tubuh kita bisa berbicara,  tangan berbicara, kaki berbicara, kulit berbicara, menjadi saksi tentang apa-apa yang telah diperbuatnya. Alloh Ta’ala berfirman:

“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (An Nuur: 24).

Juga sebagaimana firmanNya:

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”  (QS. Yassin: 65)

Sahabat Anas bin Malik mengatakan tatkala bersama Nabi tiba-tiba Beliau nampak tersenyum hingga gigi serinya nampak, maka Beliau bertanya:

“Tahukah kalian mengapa aku tertawa?” kami menjawab: “Alloh dan rasulnya yang mengetahui”. Beliau-pun bersabda: “Karena perdebatan antara seorang hamba dengan RabbNya pada hari kiamat. Si hamba berkata: Ya Tuhanku, bukankah Engkau melindungiku dari kedzaliman?” Tuhan berfirman: “Benar”. Si hamba berkata: “Saya tidak memperkenankan ada yang bersaksi tentang diriku kecuali diri saya sendiri”. Tuhan berfirman: “Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghitung terhadapmu juga malaikat pencatat amal perbuatanmu sebagai saksinya.” Maka dikuncilah mulutnya, lalu dikatakan kepada anggota tubuhnya: “Berbicaralah kamu!” maka semua anggota tubuhnya berbicara tentang amal perbuatannya. Saat dibiarkan antara dia dan anggota tubuhnya untuk berbicara, maka ia berkata (kepada anggota tubuhnya sendiri): “Celaka dan sialah kalian, dahulu aku berjuang membelamu (dan sekarang malah kalian mencelakakanku)” (HR Ibnu Abi Hatim dalam Tafsir Ibnu Katsir).

Saudaraku..renungkanlah di saat giliran kita di panggil dihadapan RabbNya, saat dibeberkan segala amal yang telah kita lakukan, saat ucapan diperhitungkan, yakinkah bahwa tangan ini akan berbicara dan bersaksi meringankan urusan kita? Yakinkah kaki ini akan berbicara membela kita? Yakinkan badan yang kita sayangi ini tidak akan menjerumuskan kita kepada siksaNya?

Sungguh hari penghisaban adalah hari yang begitu dahsyat, saat segala nikmat akan dimintai pertanggungjawaban, saat harta kekayaan akan terasa menjadi beban, saat jabatan menjadi penyesalan, saat umur panjang serasa bukanlah kenikmatan. Beliau bersabda:

Tidak akan bergeser tapak kaki seorang hamba besok pada hari kiamat dari sisi RabbNya sampai dia mempertanggungjawabkan lima perkara. Tentang umurnya telah dimanfaatkan untuk apa? Tentang masa mudanya telah dihabiskan untuk apa? Tentang hartanya dari mana didapatkan? Masih tentang harta untuk apa dinafkahkan? Dan tentang ilmunya, mana yang telah diamalkan? (HR Tirmidzi).

Ingatlah sahabat Abu Darda, saat beliau diambang ajalnya menangis sejadi jadinya. Hingga sahabat yang mendampinginyapun berusaha menentramkannya:

“Apa yang Engkau khawatirkan wahai Abu Darda, bukankah islam jaya juga karena perjuanganmu, sumbangsihmu terhadap dinul islam tidak perlu diragukan lagi, apa yang engkau takutkan?” Maka Abu Darda-pun menjawab: “Bukan itu, tapi saya khawatir harus mempertanggungjawabkan harta yang aku miliki”

Mendengar jawaban ini, para sahabat yang lain semakin heran. Bagaimana tidak? Apa yang dimiliki Abu Darda hingga beliau ketakutan dengan hartanya? Padahal rumah beliau sedemikian kecil hingga bila digunakan untuk berdiripun kepala ‘sundul’ ke atap, bila digunakan untuk berbaring kaki nempel ke dinding, kepala nempel ke dinding yang lain. Dan perabotan rumah tangganya-pun cuma ada dua, satu pelana kuda yang biasa digunakan untuk berjihad, dan satu bejana yang biasa digunakan untuk makan. Subhanalloh…

Renungkanlah ini semua wahai saudaraku!..akankah kita bersuka cita dengan pergantian tahun? Padahal umur yang berlalu akan dihisab, nikmat yang dirasa akan ditanya, harta yang dimiliki akan diaudit. Sementara kepandaian kita dalam bersilat lidah hari itu tidaklah akan bermanfaat, karena mulut dikunci, tangan yang berbicara, kaki yang bersaksi. Sudahkah kita persiapkan jawabannya?

Maimun bin Mihron berkata:

“Seorang hamba tidak akan bertakwa hingga dia menghisab dirinya sebagaimana dia menghisab temannya dari mana dia mendapatkan makan dan pakaiannya.” (Diriwayatkan oleh At Tirmidzi) Wallohu a’lam.

Ustadz Junianto, S.E

Pimpinan Balai Dakwah Banjarnegara dan Redaksi Majalah Al Qomar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close