Tsaqofah

Hanya Karena Satu Dosa Adzab Bisa Merata

Bencana datang tentu bukan sekedar fenomena alam biasa, tetapi pasti ada sebab yang melatar belakanginya. Dan Alloh Ta’ala berfirman: 

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu) (QS AS Syuro: 30)

Musibah atau bencana datang adalah karena dosa yang diperbuat.

Tatkala bencana datang kemudian membinasakan orang-orang yang suka berbuat dosa, tentu semua orang sepakat bahwa itu adalah adzab. Sebagaimana kisah Nabi-Nabi terdahulu berlaku hal demikian.

Di jaman Nabi Nuh, kaumnya mendustakan dan memperolok-olok dakwahnya. Maka, Allah mendatangkan banjir yang besar, kemudian menenggelamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istrinya. Sementara Nabi Nuh beserta pengikutnya selamat.

Nabi Hud diutus untuk kaum ‘Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa. Dan sekali lagi Hud beserta pengikutnya selamat.

Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu memeiliki orientasi seksnya yang menyimpang (Homoseksual). Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Luth beserta pengikutnya pun selamat.

Termasuk, Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Madyan. Kaum Madyan suka berbuat curang dalam berdagang. Bila membeli, mereka minta dilebihkan tetapi bila menjual selalu mengurangi takaran dan timbangan. Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Kendati mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa. Sementara Nabi Syu’aib selamat beserta pengikutnya.

Adzab Merata

Fenomena hari ini tampak berbeda, berbagai bencana yang terjadi seakan tidak menimpa khusus kepada orang yang berbuat dosa saja. Seperti saat Tsunami Aceh, Gempa Bantul, longsor Gunung Raja, longsor Jemblung Karangkobar, bisa jadi banyak orang sholih ikut terkena bencana tersebut. Ujungnya, banyak orang tidak terima bila bencana dikaitkan dengan dosa.

Saudaraku…ada saatnya bencana akan diratakan. Sebagaimana Alloh Ta’ala berfirman:

Peliharalah diri kalian dari fitnah yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya (QS al-Anfal: 25).

Tentang ayat ini Ibnu Katsir mengatakan bahwa Alloh memperingatkan hamba-hambanya yang mukmin agar waspada terhadap fitnah. Yang dimaksud fitnah adalah cobaan dan bencana. Apabila ia datang menimpa maka pengaruhnya meluas dan menimpa semua orang secara umum, tidak hanya orang-orang durhaka dan yang berbuat dosa saja.

Umu Salamah (Istri Nabi sholallohu alaihi wa salam), mengatakan bahwa ia pernah mendengar rasululloh bersabda: Apabila perbuatan-perbuatan maksiat muncul di kalangan umatku maka Alloh menimpakan adzab dari sisiNya kepada mereka secara menyeluruh. Umu sssSalamah bertanya, “Wahai Rasululloh, bagaimanakah bila diantara mereka terdapat orang-orang yang shaleh? Rasululloh menjawab, “Ya, Ikut tertimpa adzab pula”. Umu Salamah kembali bertanya: “Lalu bagaimana nasib mereka selanjutnya?” Beliau bersabda: “Orang-orang shaleh itu ikut tertimpa adzab yang menimpa kaumnya, kemudian Alloh melimpahkan ampunan dan ridha kepadanya. (HR Ahmad)

Beliau juga bersabda:

Apabila kejahatan merajalela di muka bumi, maka Alloh menimpakan adzab kepada penduduk bumi.” Aisyah bertanya: “Bagaimana nasib orang-orang yang taat di antara mereka? Rasululloh bersabda: “Ya ikut tertimpa pula, namun kemudian Alloh melimpahkan rahmat kepadanya (HR Ahmad)

Sebab Diratakannya Adzab

Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa masyarakat umum karena perbuatan orang-orang tertentu hingga masyarakat umum melihat kemungkaran di hadapan mereka sedang mereka mampu mengingkarinya tetapi mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka berbuat demikian maka Allah akan menyiksa masyarakat umum dan orang-orang tertentu itu (HR Ahmad dan ath-Thabrani)

Al-Baghawi juga menukil Ibnu Abbas yang berkata :

Allah Swt. telah memerintahkan orang-orang Mukmin untuk tidak membiarkan kemungkaran di hadapan mereka. Jika tidak, Allah akan meratakan azab atas mereka, menimpa orang zalim maupun yang tidak

Menurut Asy-Syaukani, orang yang ditimpa siksaan itu ialah yang tidak memenuhi perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya, tidak mendukung yang haq, dan tidak mengingkari yang batil. Menurut beliau, bahwa di antara kerasnya siksaan Allah ialah ditimpakannya azab bagi orang-orang yang tidak berbuat zalim. Ini terjadi karena mereka tidak beramar makruf nahi mungkar sehingga kerusakan menjadi luas, lalu hukuman ditimpakan secara umum.

Nahi Munkar

Ini semua menunjukan betapa pentingnya umat Islam melakukan amar makruf nahi mungkar terhadap siapa saja yang berbuat zalim atau mungkar. Sebab, jika kewajiban ini ditinggalkan, akan muncul siksaan atau cobaan yang menimpa secara umum, baik menimpa pelaku maksiat maupun orang-orang yang taat.

Faktanya, urusan nahi mungkar adalah perkara berat, sedikit yang berani melakukan saking besarnya resiko yang dihadapinya. Berbeda dengan amar ma’ruf (mengajak untuk berbuat kebaikan) banyak pelakunya banyak pula pendukungnya.

Sementara hari ini kemungkaran sedemikian marak dan beragam. Dari berbagai bidang kehidupan ada kemungkaran. Di bidang ekonomi sedemikian mengguritanya transaksi riba, di bidang perdagangan merajalelanya perbuatan curang, di lapangan birokrasi merajalelanya praktek korupsi, di bidang hukum seakan pedang keadilan tumpul keatas tajam kebawah. Dan bila tidak ada yang Nahi munkar, maka jangan salahkan bila bencana bertubi-tubi melanda dan tidak menimpa kepada orang yang berbuat dosa saja.

Belum lagi kemungkaran dalam kehidupan sosial: dibiarkannya tempat-tempat hiburan malam, merajalelanya perzinaan , kian maraknya pecinta sesama jenis (LGBT), minuman keras dan narkoba yang juga merajalela.

Akhirnya, renungkanlah Sabda Beliau:

Demi Rabb yang jiwaku berada di dalam genggamanNya, benar-benar kalian harus amar ma’ruf nahi munkar, bila tidak benar-benar Alloh akan mengirimkan kepada kalian suatu bencana dari sisiNya, kamudian kalian benar-benar berdo’a kepadaNYa tetapi Dia memperkenankannya bagi kalian  (HR Ahmad).

Ya Alloh limpahkanlah kepada kami sabar, kuatkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami atas orang-orang kafir… Wallohumusta’an.

Ustadz Junianto, S.E

Pimpinan Balai Dakwah Banjarnegara dan Redaksi Majalah Al Qomar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close